Rabu, 02 Maret 2011

Contoh PKM-GT Universitas Setia Budi


PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM


PENGOLAHAN KULIT PISANG KEPOK MENJADI ETANOL SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER BAHAN BAKAR NABATI NON PANGAN

BIDANG KEGIATAN:
PKM GAGASAN TERTULIS





Diusulkan oleh:
                                    Monica Setiono Handoko       20071071 F (Angkatan 2007)
Cristina Ritma Ericta              20071068 F (Angkatan 2007)
Cicilia Rizki Novianingsih      14080209 D (Angkatan 2008)
                                   





UNIVERSITAS SETIA BUDI
SURAKARTA
2009

HALAMAN PENGESAHAN

USUL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

1. Judul Kegiatan                                      :  Pengolahan Kulit Pisang Kepok Menjadi Etanol Sebagai Alternatif Sumber Bahan Bakar Nabati Non Pangan.
2. Bidang Kegiatan                                   : PKMP
3. Bidang Kajian                                       : Teknologi Rekayasa
4. Ketua Pelaksana Kegiatan                         
a. Nama Lengkap                                : Monica Setiono Handoko
b. NIM                                                : 20071071 F
c. Jurusan                                            : D-III Analis Kimia
d. Perguruan Tinggi                            : Universitas Setia Budi
e. Alamat Rumah                                : Purwodiningratan RT 04 RW 03 Surakarta
f. No. Telp/HP                                    :  085 642188339
f. e-mail                                               : monix_kezla@Rocketmail.com
5. Anggota Pelaksana Kegiatan                : 2 orang
6. Dosen Pembimbing
a. Nama Lengkap dan Gelar               : Sunardi, S.Si., M.Si.
b. NIS                                                 : 01.96.024
c. Alamat Rumah                                : Jumok RT 1/8 Jaten Karanganyar
d. No. Telp/HP                                    : 081 2154 2458
6. Biaya Kegiatan Total                            : Rp 3.000.000,-
7. Jangka Waktu Pelaksanaan                   : 8 bulan


Surakarta, 20 Oktober 2009
Menyetujui:                                                                                                    
Ketua Jurusan D-III Analis Kimia,                             Ketua Peneliti,




(Drs. Suseno, M.Si)                                                     (Monica Setiono Handoko)
                                                                                    NIM 20071071 F

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan,                      Dosen Pendamping,




(Narimo, ST., MM)                                                     (Sunardi, S.Si., M.Si.)
NIS 01.96.025                                                                        NIS 01.96.024





RINGKASA


A.      Judul

Pengolahan Kulit Pisang Kepok Menjadi Etanol Sebagai Alternatif Sumber Bahan Bakar Nabati Non Pangan.

B.   Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah penelitian ini secara sistematik seperti terlihat pada gambar 1 berikut ini.
Gambar 1. Latar belakang masalah

Dari gambar alur pikir di atas dapat dijelaskan sebagai berikut : seiring terjadinya krisis energi khususnya harga minyak bumi yang melambung tinggi, wacana penggunaan energi alternatif yang berasal dari bahan nabati berkembang sangat pesat. Hampir seluruh negara yang memiliki lahan pertanian berusaha melakukan riset untuk merumuskan kebijakan dan merancang rekayasa teknologi dan melaksanakan bioenergi menggantikan bahan bakar fosil.
Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan dua kebijakan penting tentang energi alternatif ini. Kebijakan itu adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional dan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati atau biofuel. Kebijakan tersebut adalah instruksi untuk  mengambil langkah-langkah untuk melaksanakan percepatan penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuels) sebagai bahan bakar lain.
Penyediaan energi alternatif bahan bakar nabati selama ini dilakukan dengan mengolah hasil-hasil pertanian sebagai bahan dasarnya. Bahan-bahan yang digunakan sebagai sumber bioenergi antara lain: singkong, gandum, jagung, ketela rambat, kedelai dan sebagainya. Menurut David Tilman seorang ekolog Universitas Minnesota yang dimuat di jurnal Science Februari 2008 menyatakan,”Boom biofuel datang ketika produksi pangan harus berlipat ganda guna memberi makan tiga miliar lagi mulut yang akan hadir pada tahun 2050..... Dalam konteks ini, sungguh ide yang terdengar bodoh untuk menggunakan bahan pangan sebagai bahan bakar (Leksono, 27 Februari 2008).
Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank) melalui Direktur Pelaksana Rajat Nag juga meminta Negara berkembang menghentikan subsidi ke sektor  pertanian untuk meningkatkan biofuel. Pemberian subsidi untuk biofuel pada dasarnya merupakan pengenaan pajak secara implisit pada bahan makanan pokok. Tindakan seperti ini akan membuat harga bahan pokok menjadi sangat mahal sehingga menimbulkan masalah baru (Kompas, 22 April 2008).
Disisi lain, permasalahan lingkungan yang perlu penanganan serius adalah penanganan sampah. Potensi sampah kota di Indonesia pada tahun 2000 adalah sebesar 100.000 ton per hari. Untuk kondisi sampah kota yang dihasilkan oleh beberapa kota di Jawa Tengah adalah sebagai berikut: Surakarta menghasilkan sampah kota 267 ton per hari, Semarang menghasilkan 727 ton per hari dan Magelang menghasilkan 63 ton per hari.
Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan masyarakat dewasa ini, maka permasalahan lingkunganpun menjadi semakin kompleks. Sebagai contoh, dengan semakin meningkatnya populasi masyarakat maka volume sampah yang dihasilkan semakin meningkat, sehingga penanganannya membutuhkan perhatian serius. Terlebih lagi dikota, permasalahan sampah kota menjadi pelik ketika  volume sampah kota yang dihasilkan semakin besar sedangkan TPA tidak mampu lagi menampung, relokasi TPA ternyata menimbulkan masalah sosial bahkan keamanan yang serius (contoh kasus TPA Bantar Gebang dan kasus TPA Bojong). Indonesia belum bisa lepas dari masalah sampah. Mulai dari penolakan warga masyarakat sekitar TPA akibat kepulan asap dan bau yang ditimbulan pengolahan sampah saat ini hingga kejadian yang tidak pernah dilupakan, tragedi leuwih gajah yang merenggut 24 nyawa tak bersalah (Solo Pos, 22 Maret 2004 dan 28 Mei 2005).
Pengolahan pisang kepok menjadi pisang goreng oleh para penjual gorengan menghasilkan limbah berupa kulit yang merupakan sumber sampah. Sehingga pengolahan sampah kota khususnya kulit pisang kepok harus didesain sedemikian rupa agar termanfaatkan tanpa menimbulkan permasalahan baru lagi bahkan sedapat mungkin menjadi sesuatu yang bermanfaat.

C.   Perumusan Masalah

Penggunaan bahan pangan sebagai sumber bahan bakar nabati ternyata menimbulkan banyak permasalahan baru. Produksi bioenergi cenderung merusak hutan dan mengurangi lahan untuk bahan makanan pokok. Hal ini mengakibatkan kenaikan harga bahan makanan pokok seperti minyak goreng, jagung, gandum dan kedelai. Mahalnya harga bahan pangan pokok ini menimbulkan permasalahan baru yaitu krisis bahan pangan. Di sisi lain penanganan sampah masih menjadi permasalahan yang cukup rumit dan pelik.
Untuk mencari pemecahan masalah energi alternatif dan penanganan sampah  dalam penelitian ini akan dilakukan secara terintegrasi. Yaitu pengolahan kulit pisang menjadi etanol, sehingga pengolahan sampah dapat mendukung sekaligus menjadi jalan keluar pengaadan energi alternatif yang tidak menimbulkan permasalahan baru. Kulit pisang merupakan limbah dari penjual gorengan yang diperkirakan masih mengandung pati/karbohidrat yang cukup tinggi.


D.   Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah :
1.       Mengetahui kadar pati dan kadar gula reduksi kulit pisang kepok.
2.      Mengetahui pengaruh pH dan waktu fermentasi pada pembuatan etanol dari kulit pisang kepok.


E.    Luaran yang Diharapkan

            Luaran yang dihasilkan dari penelitian ini adalah :
1.   Artikel ilmiah tentang pembuatan bioetanol dari kulit pisang kepok.
2.  Teknologi Tepat Guna tentang pembuatan pembuatan bioetanol dari kulit pisang kepok.


F. Kegunaan

Keberhasilan penelitian ini akan memberikan kontribusi sebagai berikut :
        1. Pembangunan pengembangan IPTEKS
a. Dapat mengetahui bahwa kulit pisang kepok dapat diolah menjadi etanol.
b. Dapat meningkatkan aspek fungsional sampah organik menjadi bahan yang bermanfaat , etanol sebagai alternatif bahan  bahan bakar minyak (minyak tanah atau bensin).
c. Dapat menangani dua permasalahan lingkungan sekaligus, yaitu penanganan sampah dan pengadaan energi alternatif pengganti bahan bakar minyak yang tidak terbaharui.
2. Pengembangan institusi
a.    Sebagai upaya membina kerjasama dengan masyarakat serta instansi lain
b.    Sebagai suatu bentuk usaha untuk memanfaatkan hasil penelitian
c.    Sebagai umpan balik bagi peneliti untuk lebih mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan bagi masyarakat serta menyempurnakan penelitiannya
3. Kebutuhan serta potensi masyarakat
a.    Mengetahui informasi kandungan kulit pisang kepok dan berpotensi dijadikan sebagai sumber bahan bakar nabati non pangan. 
b.    Meningkatkan pengetahuan  masyarakat sekitar akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih, sehat dan jauh dari pencemaran
c.    Memberikan wacana masyarakat sekitar tentang metode  pengelolaan sampah menjadi bahan bakar nabati yang sederhana, mudah, dan efisien.


G.    Tinjauan Pustaka

1. Pisang
            Pisang adalah buah yang tumbuh berkelompok di daerah tropis. Ada beberapa jenis pisang yang warnanya berbeda-beda, tetapi hampir semua yang dijual di pasar atau supermarket berwarna kuning ketika sudah matang dan berbentuk melengkung. Pisang banyak mengandung kalium.
Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang(Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan epe (Makassar).
Pisang diyakini berasal dari daerah Malesia (Asia Tenggara dan Australia tropika) namun dikenal luas sejak dahulu oleh orang-orang yang tinggal di sekitar Samudra Hindia. Tumbuhan ini menyukai daerah tropis yang lembab, terutama di dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Indonesia, Kepulauan Pasifik, dan Brasil terkenal sebagai negara pengekspor pisang. Masyarakat di negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya.
            Kerajaan          : Plantae
            Divisi               : Magnoliophyta
            Kelas               : Liliopsida
            Ordo                : Zingiberales
            Famili              : Musaceae
            Genus              : Musa
            Spesies            : Musa paradiaca
Buah pisang merupakan salah satu buah-buahan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia Berdasarkan cara konsumsi, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu banana dan plantain. Banana adalah pisang yang lebih sering dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, contohnya pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Plantain adalah pisang yang dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli (www.wikipedia Indonesia; Faisal Anwar, 2003).
Kulit pisang selama ini tidak termanfaatkan dan hanya dibuang begitu saja. Padahal kulit pisang ini banyak ditemui di sekitar kita, antara lain di tempat-tempat orang jual gorengan seperti molen, pisang goring sale dan lainnya. Kulit pisang mempunyai nilai gizi yang cukup baik sebagai sumber protein dan energi. Menurut penelitian Zainuddin dkk (2004) kulit pisang dapat dijadikan ransum ayam buras untuk bobot badannya. Penelitian yang dilakukan Das Salirawati dkk (2006) kulit pisang dapat digunakan untuk pembuatan nata. Penelitian yang dilakukan Sulfahri menggunakan kulit pisang raja untuk pembuatan tepung (Antaranews, 2008). Berdasarkan fakta-fakta ini pada penelitian ini kulit pisang kepok akan diolah menjadi etanol sebagai alternative sumber bahan baker nabati non pangan.
2. Etanol
Penelitian dan pengembangan BBN telah dilakukan sejak adanya Kebijakan Umum Bidang energi (KUBE) pada tahun 1981. Salah satu wujud diversifikasi energi yang menonjol adalah penelitian dan pengembangan bioetanol. Penelitian bioetanol yang dirintis oleh Balai Besar Teknologi Pati (B2TP) pada tahun 1983 berbahan dasar singkong .
Bioetanol adalah cairan biokimia dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme. Bioetanol saat ini yang diproduksi umumnya berasal dari etanol generasi pertama, yaitu etanol yang dibuat dari gula (tebu, molases) atau pati-patian (jagung, singkong, dll). Bahan-bahan tersebut adalah bahan pangan (Bambang Prastowo, 2007).
Pembuatan etanol bukan merupakan suatu hal yang baru. Secara umum, proses pengolahan bahan berpati/karbohidrat seperti ubi kayu, jagung dan gandum untuk menghasilkan etanol dilakukan dengan proses urutan sebagai berikut. Pertama adalah proses hidrolisis, yakni proses konversi pati menjadi glukosa. Prinsip dari hidrolisis pati pada dasarnya adalah pemutusan rantai polimer pati menjadi unit-unit dekstrosa (C6H12O6). Pemutusan rantai polimer tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metode, misalnya secara enzimatis, kimiawi ataupun kombinasi keduanya. Hidrolisis secara enzimatis memiliki perbedaan mendasar dibandingkan hidrolisis secara kimiawi dan fisik dalam hal spesifitas pemutusan rantai polimer pati. Hidrolisis secara kimiawi dan fisik akan memutus rantai polimer secara acak, sedangkan hidrolisis enzimatis akan memutus rantai polimer secara spesifik pada percabangan tertentu. Enzim yang digunakan adalah α-amilase pada tahap likuifikasi, sedangkan tahap sakarifikasi digunakan enzim glukoamilase.
Tahap kedua adalah proses fermentasi untuk mengkonversi glukosa (gula) menjadi etanol dan CO2. Pada proses fermentasi etanol, khamir terutama akan memetabolisme glukosa dan fruktosa membentuk asam piruvat, sedangkan asam piruvat yang dihasilkan akan didekarboksilasi menjadi asetaldehida yang kemudian mengalami dehidrogenasi menjadi etanol.
Khamir yang sering digunakan dalam fermentasi alkohol adalah Saccharomyces cerevisiae, karena jenis ini dapat berproduksi tinggi, toleran terhadap alkohol yang cukup tinggi (12-18% v/v), tahan terhadap kadar gula yang tinggi dan tetap aktif melakukan fermentasi pada suhu 4-32oC (S Payandeh, 2007).
Tahap ketiga adalah destilasi yaitu untuk memisahkan etanol. Distilasi merupakan pemisahan komponen berdasarkan titik didihnya. Titik didih etanol murni adalah 78oC sedangkan air adalah 100oC. Dengan memanaskan larutan pada suhu rentang 78 – 100oC akan mengakibatkan sebagian besar etanol menguap, dan melalui unit kondensasi akan bisa dihasilkan etanol dengan konsentrasi 95 % volume (www.wikipedia).
Kadar etanol 95% tidak dapat larut dalam bensin. Agar larut diperlukan etanol dengan kadar 99% atau disebut etanol kering sehingga memerlukan destilasi absorbent. Destilasi absorbent dilakukan dengan cara etanol 95% dipanaskan dengan suhu 100° C sehingga etanol dan air akan menguap. Uap tersebut dilewatkan pipa yang dindingnya berlapis zeolit atau pati. Zeolit akan menyerap kadar air tersisa sehingga diperoleh etanol dengan kadar 99%.
Arah pengembangan bioetanol mulai berubah generasi kedua, yaitu limbah pertanian yang mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Selulosa merupakan karbohidrat utama yang disintesis oleh tanaman dan menempati hampir 60% komponen penyusun struktur tanaman. Jumlah selulosa di alam sangat melimpah sebagai sisa tanaman atau dalam bentuk limbah pertanian seperti jerami padi, berangkasan jagung, gandum dan kedelai. Nilai ekonomi senyawa selulosa pada limbah tersebut sangat rendah karena tidak dapat langsung dimanfaatkan oleh manusia. Sulitnya mendegradasi limbah tersebut menyebabkan petani lebih suka membakar jeraminya di lahan pertanian daripada memanfaatkannya kembali melalui pengomposan (Salma & Gunarto, 1999). Untuk mengubah selulosa, hemiselulosa, dan lignin dari limbah pertanian memerlukan jenis mikroba baru yang mampu melakukannya (Kompas, 13 Agustus 2007).
Sunarti dari IPB dan Richana dari Balai Besar Pascapanen Pertanian tahun 2006 melakukan penelitian pembuatan etanol dari tongkol jagung diperoleh rendemen 14,22%. Artinya satu ton tongkol jagung akan menghasilkan 142,2 liter etanol. Agblevor dari Virginia Polytechnic Institute and State University, Blacsburg di Amerika Serikat, telah memanfaatkan kulit biji kapas sebagai bahan baku etanol dengan rendemen 30 persen. Seung Do-Kim dari Michigan State University memanfaatkan jerami padi menjadi etanol dengan rendemen 28 persen (www.bapeda jabar.go.id).

Perbedaan penelitian ini dengan yang sudah dilakukan adalah penggunaan bahan baku yang biasanya menggunakan bahan pangan yaitu singkong, ketela, gandu, jagung, tetes tebu dan lainnya. Pada penelitian ini etanol diproduksi dari kulit pisang kepok. Pemanfaatan bahan baku dari limbah berupa bahan non pangan ini lebih ekonomis dan tidak berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dengan pangan.


H.    Metode Penelitian

Metode yang akan digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut :
a. Rencana dan tempat pengambilan sampel
Pada penelitian ini, peneliti tidak menggunakan bahan pangan sebagai bahan untuk pembuatan bioetanol, karena disamping menghindari konflik kepentingan dengan kebutuhan pangan, penggunaan limbah/sampah akan sangat bermanfaat untuk meminimalisasi limbah yang selama ini hanya dibuang, dapat menyebabkan pencemaran. Sampel di ambil dari penjual pisang goreng yang banyak tersebar di Surakarta.
b.             Analisis proksimat
Pada tahap ini akan dilakukan analisis sifat-sifat kulit pisang kepok.  Sifat-sifat yang dianalisis adalah : kadar pati dan kadar gula reduksi. Hasil analisis digunakan sebagai dasar untuk pembuatan etanol.
1). Analisis kadar pati
Ditimbang 2-5 gram bahan dengan gelas piala sebagai wadah. Ditambahkan 50 ml akuades, campuran diaduk homogen. Suspensi disaring dengan kertas saring dan dicuci dengan akuades sampai volume filtrat 250 ml. Filtrat mengandung pati/karbohidrat yang larut. Filtrat ini dibuang. Residu pada kertas saring dicuci 5 kali, masing-masing dengan 10 ml eter. Eter dibiarkan menguap, lalu residu dicuci dengan 150 ml etanol 10%, untuk membebaskan sisa-sisa karbohidrat yang terlarut. Residu dipindahkan secara kuantitatif dari kertas saring ke dalam erlenmeyer dengan pencucian 200 ml akuades. Kemudian ditambahkan 20 ml HCl 25%, ditutup dengan pendingin balik, lalu dipanaskan di atas penangas air mendidih selama 2,5 jam. Setelah dingin campuran dinetralkan dengan NaOH 25% dan diencerkan sampai volume 500 ml. Kemudian disaring. Dari filtrat yang diperoleh ditentukan glukosanya dengan cara penentuan gula reduksi.
Berat pati = 0,9 x Berat glukosa yang diperoleh
(AOAC, 1984)
            2).  Penentuan gula reduksi
                        Gula standar diencerkan dengan akuades hingga diperoleh kadar gula pereduksi 0,1-1,0 mg/ml. Faktor pengencerannya dicatat. Diambil 1 ml sampel yang terlarut, ditambahkan 1 ml akuades dalam tabung dan ditambah 3 ml larutan DNS. Dididihkan selama 15 menit dan didinginkan 15 menit. Absorbansi diukur pada panjang gelombang 575 nm. Kadar gula reduksi berdasarkan kurva standart dan dikalikan dengan faktor pengencerannya.
c. Pembuatan Bioetanol
Hasil analisis proksimat  sampel limbah dengan kadar karbohidrat/pati, kadar serat  kasar dan kadar gula reduksi tertinggi digunakan untuk pembuatan etanol, yang meliputi tahapan : Proses gelatinisasi, Proses fermentasi dengan mikroba dengan variasi pH  dan waktu, Destilasi untuk memisahkan etanol dan air kemudian dilanjutkan uji kadar etanol, rendemen etanol.
1). Proses Gelatinasi
Sampel kulit pisang kepok dipotong kecil-kecil 0,5 cm, kemudian diblender. Selanjutnya ditambahkan dengan air, enzim α-termamyl amilase dan dipanaskan selama 45 menit pada suhu 0-90oC. Kemudian diaduk , didinginkan sampai suhu 75oC dan diberi enzim glukosa amilase suhu dipertahankan  selama 2 jam. Setelah didinginkan sampai suhu 30oC, maka bibit ragi/bakteri dimasukkan untuk proses fermentasi.
2). Proses Fermentasi
Proses ini dimaksudkan untuk mengubah pati/karbohidrat menjadi etanol dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae (370C). Proses fermentasi dilakukan pada pH (4,5, 6) dan waktu fermentasi (1, 2,3, 4) hari.
3). Proses Distilasi
Menyaring larutan hasil fermentasi dan memasukkan dalam labu distilasi untuk pemisahan etanol dengan air. Proses distilasi dilakukan dengan memanaskan larutan pada suhu 78-100oC.
Secara sistematis, langkah-langkah dari keseluruhan tahapan penelitian tersebut ditunjukkan pada gambar 2 berikut.












T
A
H
A
P

I
 







 



Pemeriksaan untuk mencari kadar pati dan kadar gula reduksi
  
 
 





















T
A
H
A
P

II
 













 




















Gambar 2. Rencana jalannya penelitian

I.          Jadwal Penelitian
KEGIATAN
BULAN KE
1
2
3
4
5
6
7
8
Persiapan








Analisis kulit pisang kepok








Pembuatan Bioetanol








Analisis Etanol








Analisis Data








Laporan









J.     Rancangan Anggaran Biaya

No
Nama Bahan
Jumlah
Satuan
(Rp)
Biaya (Rp)
A.
Tahap Persiapan
1.
Studi literature & internet


500.000,-
2.
Pembuatan proposal
7 eks
50.000,-
350.000,-
3.
Komunikasi
1 kali
150.000,-
150.000,-

Jumlah
1.000.000,-
B.
Tahap Operasional
1.
Bahan

a. Kulit pisang kepok
20 kg
1.000,-
20.000,-
b. Akuades
50 l
3.000,-
150.000,-
c. Eter
1 l
600.000,-
600.000,-
d. Etanol
1 l
500.000,-
500.000,-
e. HCl
1 l
500.000,-
500.000,-
f.  NaOH
1 kg
320.000,-
320.000,-
g. Gula standar
1 kg
200.000,-
200.000,-
h. DNS
 1 l
215.000,-
215.000,-
i. Enzim α-termamyl amilase
1 unit
500.000,-
500.000,-
j. Enzim glukosa amilase
1 unit
500.000,-
500.000,-
k.Saccharomyces cerevisiae
1 unit
500.000,-
500.000,-
Jumlah
4.005.000,-
2.
Peralatan

a. Kertas saring
2 rol
100.000,-
200.000,-
b. Kain saring
10 m
20.000,-
200.000,-
c. Kertas HVS kwarto
1 rim
30.000,-
30.000,-
d. CD
3 buah
5.000,-
15.000,-
e. Sewa alat alkoholmeter
5 buah
100.000,-
500.000,-
g. Sewa laboratorium
2 lab 3 bln
100.000,-
600.000,-
Jumlah
1.645.000,-
3.
Perjalanan

a. Perjalanan pembelian bahan dan alat
10 kali
30.000,-
300.000,-
b. Perjalanan seminar
1 kali x 3 org x 2(pp)
100.000,-
600.000,-
c. Perjalanan Workshop
1 kali x 3 org x 2(pp)
100.000,-
600.000,-
Jumlah
1.500.000,-
4.
Laporan

a. Pembuatan laporan
7 eks
50.000,-
350.000,-
b. Pembuatan artikel
4 eks
25.000,-
100.000,-
c. Seminar
1 kali
300.000,-
300.000,-
d. Dokumentasi
1 paket
300.000,-
300.000,-
e. Publikasi ke jurnal
1 kali
300.000,-
300.000,-
f. Fee lembaga
1 kali
500.000,-
500.000,-
Jumlah
1.850.000,-

Jumlah 1 + 2 + 3 + 4
9.000.000,-
JUMLAH TOTAL A + B
10.000.000,-

K. Daftar Pustaka

Antaranews, 2008, Kulit pisang jadi tepung murah bergizi, 18 April 2008.

AOAC, 1984, Official Method of Analysis of AOAC, 14th Edition, AOAC Inc., Arlington,Virginia.

Bambang Prastowo, 2007, Potensi Sektor Pertanian Sebagai Hasil dan Pengguna Energi Terbarukan, Perspektif Vol. 6 No. 2 / Desember 2007. Hal 84 - 92

Das Salirawati, Eddy Sulistyowati, dan Retno Arianingrum, 2006, MEMANFAATKAN KULIT PISANG SEBAGAI "NATA"
dalam Kompas 09/03/2006.

Departement of Energy USA, 2001, Zymomonas mobilis; lowering the cost of converting Bomass to Ethanol,  March 2001.

Faisal Anwar, 2003, Pisang Membuat Otak Segar, artikel dalam www.depkes.go.id.


http://id.wikipedia,/wiki/ Alcohol fuel

Kompas, 2006, Memanfaatkan Kulit Pisang sebagai Nata, 9 Maret 2006.

Kompas, 2007, Dibutuhkan Teknologi Pengolah Sampah Menjadi Bioetanol, 13 Agustus 2007.

Kompas, 2007, ADB : Hentikan subsidi biofuel, 22 April  2008

Leksono, N., 2008, Jalan Berliku Energi Alternatif, Kompas; 27 Februari 2008.

Madihah, M.S., 2000, Partial Purification and Some Properties of α-amylase and Glucoamylase Obtained as By-product From Direct Fermentation of Sago Starch to Solvent by Clostridium acetobutylicum, Pakistan Journal of Biological Science, 3(5) 744-749, 2000.

Salma, S., Gunarto, L., 1999, Enzim Selulase dari Trichoderma spp., Agro Bio, Jurnal Tinjauan Ilmiah Riset Biologi dan Biokteknologi Pertanian Vol. 2 No. 2 Tahun 1999.

Solo Pos, 22 Maret 2004 dan 28 Mei 2005.

S Payandeh, F Kafilzadeh, 2007, The Effect of Yeast (Saccharomyces cerevisiae) on Nutrient Intake, Digestibility and Finishing Performance of Lambs Fed a Diet Based on Molasses Sugar Beet-Pulp, Pakistan Journal Biological Sciences 10(24): 4426-4431.
www.bapeda jabar.go.id, Bahan Bakar Nabati dan Prospek Energi Nasional, 11 Maret 2008.

www.situsHijau.co.id, 2006, Kepentingan Energi Versus Pangan, 11 November 2006.

Zainuddin,D., Hapsari F.N, dan Paulus Paat, 2004,  Pemanfaatan kulit pisang dan ampas tahu terhadap kinerja pertumbuhan ayam buras. Dalam: Seminar Nasional Klinik Teknologi Pertanian Sebagai Basis Pertumbuhan Usaha Agribisnis Menuju Petani Nelayan Mandiri. Manado 9-10 Juni 2004, Hal. 1074-1080


L. Lampiran

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Kelompok
1. Biodata Ketua Kelompok
a. Nama Lengkap                          : Monica Setiono Handoko
b. Tempat, Tanggal Lahir              : Surakarta, 22 Juni 1989
c. NIM/NRM                                : 20071071 F
d. Fakultas/Program Studi                        : Teknik/D-III Analis Kimia
e. Perguruan Tinggi                       : Universitas Setia Budi
f. Waktu untuk kegiatan               : 12 jam/minggu
Pendidikan
*      SD Warga Surakarta Lulus Tahun 2001
*      SMP Bintang Laut Surakarta Lulus Tahun 2004
*      SMA Kristen Widya Wacana Surakarta Lulus Tahun 2007
Surakarta, 22 Oktober 2009

Monica Setiono Handoko
2.  Biodata Anggota Kelompok 1
a. Nama Lengkap                          : Cristina Ritma Ericta
b. Tempat, Tanggal Lahir              : Boyolali, 4 November 1988
c. NIM/NRM                                : 20071067 F
d. Fakultas/Program Studi                        : Teknik/D-III Analis Kimia
e. Perguruan Tinggi                       : Universitas Setia Budi
f. Waktu untuk kegiatan               : 12 jam/minggu
Pendidikan
*      SD Pelem III Boyolali Lulus Tahun 2001
*      SMPN  I Simo Boyolali Lulus Tahun 2004
*      SMK Kimia Industri Santo Paulus Surakarta Lulus Tahun 2007
Surakarta, 22 Oktober 2009

Cristina Ritma Ericta
3.  Biodata Anggota Kelompok 2
a. Nama Lengkap                          : Sicilia Rizki Novianingsih
b. Tempat, Tanggal Lahir              : Pekanbaru, 25 November 1989
c. NIM/NRM                                : 14080209 D
d. Fakultas/Program Studi                        : Teknik/S-I Teknik Kimia
e. Perguruan Tinggi                       : Universitas Setia Budi
f. Waktu untuk kegiatan               : 10 jam/minggu
Pendidikan
*      SD Kanisius Sorogenen Surakarta Lulus Tahun 2002
*      SMP Kanisius I Surakarta Lulus Tahun 2005
*      SMA Warga Surakarta Lulus Tahun 2008

Surakarta, 22 Oktober 2009

Sicilia Rizki Novianingsih

Lampiran 2. Biodata Dosen Pendamping
Nama Lengkap & Gelar          : Sunardi, S.Si., M.Si.
Jenis Kelamin                          : Pria
Tempat, Tanggal Lahir            : Karanganyar, 8 Desember 1969
NIS                                         : 01.96.024
Pangkat/Golongan                  : Penata/IIIc
Jabatan Fungsional                  : Lektor
Alamat                                    : Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Setia Budi Jl. Let. Jen. Sutoyo Mojosongo Surakarta Telp : (0271)852518, Fax : (0271) 853275, Hp 08121542458,
                                                  E-mail: snardifauzan@gmail.com
Bidang Keahlian :
Kimia Lingkungan

Mata Kuliah yang di ampu:
1. Teknologi Pemanfaatan Limbah (2 sks)
2. Analisa dan Pemanfaatan Limbah (2 sks)
3. Ekologi Industri (2 sks)
4. Higiene Sanitasi Laboratorium dan Industri (2 sks)

Pendidikan
No
Pendidikan
Kota
Gelar, Tahun Lulus
Bidang studi
1.
Universitas Diponegoro, S1
Semarang
S.Si., 1995
Kimia
2.
Universitas Sebelas Maret, S2
Surakarta
M.Si., 2004
Lingkungan







PENGALAMAN PENELITIAN

No.
Tahun
Judul Penelitian
Pendanaan
Sumber
Jml (Juta Rp)
1.
2009
Pemanfaatan Limbah Besi Bengkel Bubut Menjadi Tablet Tambah Darah Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin
Hibah Bersaing-DIKTI
40.000.000,-
2.
2007
Pemanfaatan Limbah Besi Bengkel Bubut Menjadi Ferrosulfat
PDM-Dikti
8.500.000,-
3.
2007
Pemanfaatan Slop Kering Industri Alkohol Untuk Penurunan Krom(VI) Limbah Cair Industri Pelapisan Logam
PDM-Dikti
8.500.000,-
4
2006
Pemanfaatan Limbah Besi Untuk Pengambilan Kembali (Recovery) Krom pada Limbah Cair Industri Pelapisan Logam
Terapan- DIKNAS JAWA TENGAH
16.000.000,-


IV. PENGALAMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

No.
Tahun
Judul Pengabdian Kepada Masyarakat
Pendanaan
Sumber
Jml (Juta Rp)
1.
2005
Pemanfaatan Limbah Cair Industri Pelapisan Logam dengan Limbah Besi
USB
1.000.000
2.
2007
Pengembangan Produk Jamu Instan Wortel di PJ Bintang Jaya
TTG Diknas Jateng
7.500.000



Seminar Nasional :
1.   Sunardi dan Dewi Astuti, Studi Pemanfaatan Serbuk Besi Untuk Menurunkan Kadar Krom Heksavalen Pada Industri Pelapisan Logam, Seminar Nasional Perkembangan Riset dan Teknologi di Bidang Industri, 25 Mei 2005, Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
2.  Ilham Kuncahyo dan Sunardi, Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak  Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi, L.) Terhadap 1,1-Diphenyl-2-Picrylhidrazyl (DPPH), Seminar Nasional Teknologi 2007, STIMIK AMIKOM Yogyakarta, 24 November 2007.
3.   Sunardi, Argoto Mahayana dan Kurnia Wijayanti, Pengambilan Kembali (Recovery) Krom dari Limbah Cair Industri Pelapisan Logam dengan Limbah Besi Mesin Bubut, Seminar Nasional Penerapan Teknologi Untuk Kesejahteraan Masyarakat Secara Berkelanjutan, Universitas Teknologi Yogyakarta, 5 April 2008.
4. Sunardi dan Bambang Iskamto, Pemanfaatan Saccharomyces cerevisiae Untuk Penurunan Logam Berat Krom (VI) Pada Limbah Cair Industri Pelapisan Logam, Seminar Nasional Penerapan Teknologi Untuk Kesejahteraan Masyarakat Secara Berkelanjutan, Universitas Teknologi Yogyakarta, 5 April 2008.
5.   Sunardi, Pengaruh pH pada Penurunan Krom(VI) Limbah Cair Industri Pelapisan Logam dengan Sargassum sp, Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia, FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta, 18 Maret 2009.
6.   Sunardi, Petrus Darmawan, Pemanfaatan Limbah Besi Bengkel Bubut Menjadi Ferro Sulfat, Seminar Nasional Teknologi V Universitas Teknologi Yogyakarta, UTY 18 Juli 2009.
7.   Sunardi, Pembuatan Ferro Sulfat Berkadar Tinggi dari limbah Besi Bengkel Bubut, Seminar Nasional Lingkungan Program studi Ilmu lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS), 15-16 Agustus 2009.
8.   Sunardi, Petrus Darmawan, Analisis Kualitas Air Sumur di sekitar Saluran limbah Cair Industri Gula, Seminar Nasional Lingkungan Program studi Ilmu lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS), 15-16 Agustus 2009.
Publikasi Ilmiah :
1.        Sunardi, Analisis Piperin Dalam Cabe Jawa (Piper Retrofractum Vahl) di Sentra Produksi Wonogiri, Ponorogo dan Madura, Jurnal Farmasi Indonesia, facultas Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta, Volume 2 No. 1 Februari Tahun 2005, hal 163-167.

2.      Sunardi, Argoto Mahayana dan Kurnia Wijayanti, Pemanfaatan Limbah Besi Untuk Pengambilan Kembali (Recovery) Krom dari Limbah Cair Industri Pelapisan Logam, Prosiding Workshop Hasil Program Fasilitasi Perguruan Tinggi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2006 ISBN 979-3514-27-2 halaman : 271-278.

3.      Sunardi, Uji Mutu Teh Hijau Perdagangan, Jurnal Hasil Penelitian Kimia dan Teknologi Vol 3 No. 1 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Setia Budi, Januari 2007. ISSN 0216 – 163 X Halaman 196 – 204.

4.      Widyastuti, Sunardi, Karakteristik Karbon Aktif dari Alang-alang (Imperata)  yang Dibuat dengan Cara Kimia, Jurnal Hasil Penelitian Kimia dan Teknologi Vol 4 No. 2 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Setia Budi, Juni 2008. ISSN 0216 – 163 X Halaman 196 – 204.

5.   Ilham Kuncahyo, Sunardi, Penggunaan Madu Sebagai Bahan Pengikat Pada Pembuatan Tablet Ekstrak Akar Tongkat Ali (Eurycoma longifolia, Jack), Jurnal Farmasi Indonesia Vol 5 No. 1 Maret 2008 Jurusan S-1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi. ISSN 1693 – 8615 Hal 21 – 34.

6.   Ilham Kuncahyo, Sunardi, Optimasi Campuran Manitol-Laktosa Untuk Pembuatan Tablet Hisap Ekstrak Daun Dewa (Gynura procumbens (Lour.) Merr) Secara Granulasi Basah dengan Metode Simplex Lattice Design, Jurnal Farmasi Indonesia Vol 5 No. 2 Juni 2008 Jurusan S-1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi. ISSN 1693 – 8615 Hal 59 – 72.

7.   Sunardi, Ilham Kuncahyo, Efek Kadar Binder Polivinilpirolidon Terhadap Kualitas Tablet Kunyah Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averhoa bilimbi L), Jurnal Farmasi Indonesia Vol 5 No. 3 November 2008 Jurusan S-1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi. ISSN 1693 – 8615 Hal 130 –140.

Surakarta, 23 Oktober 2009

Sunardi, S.Si., M.Si.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar